kubuskecil. Powered by Blogger.

Bonjour & Welcome

T E R B A R U !!

Kembang Rinonce

Aruming kembang mlathi rinonce Kaseselan endahing abang mawar kang wangi gandane Katutup putihing lancip kembang kanthil Wang...

Subscribe Via Email

Subscribe to our newsletter to get the latest updates to your inbox. ;-)

Your email address is safe with us!

THINK AGAIN!!

Translate

Blogger templates

Blogger templates

Blogroll

Kembang Rinonce

Wednesday, August 9, 2017



Aruming kembang mlathi rinonce
Kaseselan endahing abang mawar kang wangi gandane
Katutup putihing lancip kembang kanthil
Wangi sumebyar

Kembang mawar, mlathi, kanthil
Lamun linawar tembung manis ing lathi gumanthil jroning nala
Semribit aruming kembang kagawa angin
Arum gandane sumerbak

Wangsalan “Ngebun-ebun enjang anjejawah sonten”

Saturday, June 10, 2017



“Ngebun-ebun enjang anjejawah sonten” inggih menika salah satunggaling tuladha wangsalan. Ukara punika dipun gunakaken tumrap adicara nglamar satunggaling wanodia. Wangsalan punika saged dipun wastani mekaten :

Ngebun-ngebun enjang tegesipun bun ing wanci enjang sinebat awun ateges nyuwun
Anjejawah sonten tegesipun jawah ing wanci sonten sinebat rarabi ateges rabi

Dados ancasipun ukara “ngebun-ebun enjang ajejawah sonten” inggih punika kirang langkung bilih “nyuwun rabi”. Kirang langkungipun nyuwun pangapunten.

Kartu Aksara Jawa / Kartu Huruf Jawa

Friday, May 5, 2017


kartu aksara Jawa
Aksara Jawa adalah bagian dari mata pelajaran bahasa Jawa. Aksara Jawa nglegena adalah aksara Ja­wa yang belum mendapatkan “sandhangan” atau belum diberi sandhangan. Menurut Darusuprapta (2002:5), Carakan (abjad Jawa) yang digunakan di dalam ejaan bahasa Jawa pada dasarnya terdiri atas dua puluh aksara pokok yang bersifat silabik (bersifat kesukukataan). aksara Jawa tidak hanya memiliki kein­dahan dalam penulisannya namun dibutuhkan ke­te­rampilan untuk dapat memaknai arti yang terkandung dalam aksara Jawa.

Basa Rinengga

Tuesday, May 2, 2017



Basa Rinengga
Seperti yang pernah Anda lihat dan dengarkan dalam acara pengantin Jawa,  pembaca acara selalu menggunakan bahasa yang indah dan meresap di hati. Itulah yang disebut Basa Rinengga. Tidak hanya dalam acara pengantin, Basa Rinengga juga digunakan dalam sastra, lagu, puisi, pewayangan dsb. Basa Rinengga tersusun atas 2 kata yaitu Basa yang berati bahasa, Rinengga yang berarti dihias.
Basa Rinengga merupakan bahasa yang disusun atau dihias agar menjadi indah dan meresap dihati. Sedang penempatan kalimat yang indah, bisa di sebagian pembuka, di selipkan di dalam isi paragrap, atau di akhir paragraf. Selain itu keindahan Basa Rinengga didukung beberapa hal yaitu bagus penyusunnya, penataan kata dan kalimat, runtut, pemilihan kata, serta sesuai situasi dan tempat. Basa Rinengga bertujuan untuk menambah keindahan kalimat. 

"Rura Basa"

Sunday, April 30, 2017



Dalam bahasa Jawa ada istilah bahasa yang disebut Rura Basa. Istilah ini terdiri dari dua kata yaitu Rura yang berarti rusak dan Basa yang berarti bahasa. Sehingga Rura Basa bisa diartikan sebagai bahasa yang rusak dan tidak bernalar namun diterima pengertiannya oleh masyarakat secara umum dan dipahami maksudnya secara benar. Apabila dipaksa dibenarkan justru akan dianggap "aneh" meskipun sesungguhnya itulah yang benar.